Wednesday, August 27, 2008



Walau buku ini telah lama terbit (2005), tapi gw baru tergerak untuk membelinya (dalam versi bahasa Inggris) pertengahan bulan ini. Antusisme dari beberapa teman nmilis yang memuji-muji novel ini membuat gw makin penasaran dengan detail ceritanya, walaupun ada beberapa yang merasa muak dan menanggap plot cerita amat bertele-tele.
Seri 1 buku ini, yaitu Twilight berhasil gw "lalap" hanya dalam waktu 3 hari, itupun tidak full seharian karena gw membaca buku dengan leluasa saat berangkat dan pulang kantor (sekitar 3-4 jam perjalanan bolak-balik). Jadi bisa dihitung barapa lama buku ini bisa dihabiskan jika punya waktu seharian, mungkin hanya setangah haripun bisa tuntas.

Kesan pertama dari buku ini,..gak jelek-jelek amat walopun gw mulai merasa boring di beberapa bagian dan bikin ngantuk. Aapalagi ada beberapa bagian sangat berasa "chessy" dan roman picisan banget..hehehe
terlanjur langsung beli 3 buku, ortomatis gw harus "melanjutkan perjuangan untuk membaca buku ini

It was a teenage story about a young girl named Bella met a young man; Edward who happened to be a vampire, they fallen in love and faced many obstacles in their relationships.

In my humble opinion, the story is quite good although some part of the book is long-winded that made me a little bored and sleepy ;p

I can't wait to see the movie in next November...just curious

So,..my next book to read is New moon,..second book of Twilight Saga

Berikut ini sinopsis-nya (yang gw ambil dari goodreads.com)
"Softly he brushed my cheek, then held my face between his marble hands. 'Be very still,' he whispered, as if I wasn't already frozen. Slowly, never moving his eyes from mine, he leaned toward me. Then abruptly, but very gently, he rested his cold cheek against the hollow at the base of my throat."

As Shakespeare knew, love burns high when thwarted by obstacles. In Twilight, an exquisite fantasy by Stephenie Meyer, readers discover a pair of lovers who are supremely star-crossed. Bella adores beautiful Edward, and he returns her love. But Edward is having a hard time controlling the blood lust she arouses in him, because--he's a vampire. At any moment, the intensity of their passion could drive him to kill her, and he agonizes over the danger. But Bella would rather be dead than part from Edward, so she risks her life to stay near him, and the novel burns with the erotic tension of their dangerous and necessarily chaste relationship.

Meyer has achieved quite a feat by making this scenario completely human and believable. She begins with a familiar YA premise (the new kid in school), and lulls us into thinking this will be just another realistic young adult novel. Bella has come to the small town of Forks on the gloomy Olympic Peninsula to be with her father. At school, she wonders about a group of five remarkably beautiful teens, who sit together in the cafeteria but never eat. As she grows to know, and then love, Edward, she learns their secret. They are all rescued vampires, part of a family headed by saintly Carlisle, who has inspired them to renounce human prey. For Edward's sake they welcome Bella, but when a roving group of tracker vampires fixates on her, the family is drawn into a desperate pursuit to protect the fragile human in their midst. The precision and delicacy of Meyer's writing lifts this wonderful novel beyond the limitations of the horror genre to a place among the best of YA fiction.

Wednesday, July 16, 2008

Wanted for Avoy


Sebenarnya untuk cerita termasuk yang biasa aja dan ditambahin efek disana-sini, film "Wanted" menjadi film yang seru dan menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi karena salah satu aktor yang gw demen saat ini, James McAvoy, maen jadi bintang utamanya

Pas baca berita di milis siang ini..wuahhh...makin seneng aja. Ini cuplikan beritanya:
==================================
Wanted 2 Already in the Works
Source: Variety
July 15, 2008


Variety says that Universal Pictures has reupped Wanted producer Marc Platt for five years, keeping Marc Platt Productions on the lot through late 2012.

The deal comes as Platt begins work on Wanted 2 with director Timur Bekmambetov and writers Michael Brandt and Derek Haas.

For Wanted 2, Platt acknowledged that the creative team is still working on the challenge of continuing the story after most of the principal characters ended the original in no position for an encore. But the film was designed as a potential franchise, Universal production president Donna Langley said. The intention is to get James McAvoy back.

"The writers are at work already, and those creative discussions are taking place," said Platt, who is producing once again with Jim Lemley.

That duo also is teamed with Bekmambetov on a Universal adaptation of the Christian Gossett sci-fi graphic novel The Red Star, which has a script draft by Matthew Sand.
============================================================

Cowok kelahiran Glasgow, UK-1 Januari 1979 satu ini memulai karirnya dari film-film drama-melankoli-romantik seperti Becoming Jane, Atonement, Penelope, Starter to 10 dan The Last King of Scotland dan salah satu favorite gw adalah Rory Was here-Inside I'm Dancing; cerita soal pemuda lumpuh yang menyemangati pemuda lumpuh lainnya untuk bisa hidup mandiri.

Gw liat akting cowok ini pertama kali di tivi Hallmark, dia main di salah satu karya Shakespeare yang disetting dengan jaman sekarang (ShakespeaRe-told)-berjudul Macbeth. Aktingnya yang ok membuat gw suka dengan dirinya apa adanya--walo dengan muka yang terbilang gak ganteng, tapi James punya pesona tersendiri.ceilee..seperti halnya sensasi yang gw rasakan pada Russel Crowe dan Tom Hanks

Makanya pas melihat trailer Wanted, agak kaget juga melihat gaya aksi-nya yang berbeda dari film-film sebelumnya, tapi...ternyata dia cukup cocok memainkan peran itu. Terbukti baru saja release Wanted, udah ada rencana pembuatan Wanted selanjutnya. Mungkin yang harus diperbaiki di film selanjutnya soal aksen Scottish-nya yang masih cukup kental di kuping..;)

Tuesday, June 24, 2008

Monday, May 12, 2008

RDI 5.30 Smart Kuliner



Tanggal 9 Mei kemaren dapat undangan dari Reader Digest untuk mengikuti talk show bulanannya di salah satu restoran dengan bahasan Smart Kuliner. Wahh..semangat dong mo ikutan, mana pas lagi dengan program gw saat ini (ehem..biasa..kontrol makanan en diet golongan darah). Pas jam 5, gw dah nyampe di Plaza Sentral, restoran Kembang Goela dan ternyata sudah ebberapa orang duduk dengan tenangnya di meja-meja yang sudah disiapkan. Well, suasananya lebih cozy dan nyaman dibandingkan acara RDI sebelumnya di beberapa cafe di Jakarta. Sekitar jam 5.30an acara pun dimulai dan bahasan pertama tentang tempat makanan yang enak-enak di seputar Jakarta. Mas Adi "Kopi"--salah satu moderator Jalan Sutra--sharing tentang selera makannya dan tentu saja sekalian promosi buku Jalan Sutra yaitu Buku Kuliner tTmpo Doeloe & Kuliner Aneka Bebek. Wuehh.langsung semangat dong beli yang Kuliner Tempo Doeloe pulus minta tanda tangan para penulisnya yang kebetulan sebagian besar datang. Setelah kuliner dan membayang makanan yang sedap-enak-menggiurkan, mulai ke topik yang sangat ditunggu, yaitu soal kolestrol--yang dipresentasikan oleh dokter muda dari Pfizer. Mmm..gw pengen nanya tetapi gak dapat kesempatan saking banyaknya peserta yang bersemangat bertanya dan curhatd dengan sang dokter. Ada beberapa seputar fakta kolestrol yang amat menarik yaitu:
  1. Mitos: Cukup dengan menghindari daging, santan, jeroan, dan keju dalam makanan, maka kadar kolestrol pasti normal. Fakta: Belum tentu. Karena 80% dari kolesterol darah dihasilkan secara "endogen" (makanan hanya "menyumbang" 20%) . Bila metabolisme tubuh sudah memburuk, maka dibutuhkan obat untuk mengendalikan kadar kolestrol secara terus-menerus (jangka panjang). Selain itu dibutuhkan pula modifikasi gaya hidup melalui diet dan olahraga.
  2. Mitos: Orang gemuk memiliki kadar kolesterol leibih tinggi dibandingkan orang kurus. Fakta: Belum tentu, karena kadar kolesterol dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk apa yang anda makan, seberapa cepat tubuh anda memproduksi dan membuang kolesterol LDL yang jahat, tingkat kesehatan dan kebiasaan makan.
  3. Mitos: Pada orang dengan kadar kolesterol tinggi jika berolahraga, diet dan dalam keadaan fit, berarti kadar kolestreol pasti baik. Fakta: Selain olahraga dan diet ada hal yang lain mempengaruhi kadar kolesterol seperti berat badan, merokok, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Agar kolesterol terkontrol, dibutuhkan pola hidup sehat (diet dan olahraga) serta kepatuhan minum obat.
Gw makin mantap untuk menerapkan pla diet golongan dara dan mulai untuk giat berolahraga, mengingat gw termasuk golongan yang beresiko terkena penyakit kolesterol dan jantung cadiovascular... Hiyaaaaa...semangat!!!!!!

Monday, April 21, 2008

Review: Michou d'Auber


Invitation untuk menonton Festival Sinema Prancis datang lagi....
Setelah menonton The Diving-bell & the Butterfly di Blitz atas undangan majalah Mu-phi, gw dapat lagi undangan atas majalah Reader's Digest untuk menonton film Michou d'Auber di PIM hari sabtu tanggal 19 April '08 kemaren

Kebetulan gw dan adek gw, Meli, dateng "kepagian"...alias jam setgh 11 (karena kita diwanti2x untk dateng jam 10..lahhh..pagi amat). Dengan gaya casual (binun ama dress code-nya,..wlo tetap menghormati permintaan panitia dengan memakai busana ala red, blue, white..heheh), kita menunggu sambil melihat-lihat, mungkin aja ada yang kenal..(eee ternyata gak ada yg kenal..heheh)

Sekitar jam 11 lewat, kita dipersilahkan masuk sambil membawa goody bag dari panitia..(mayann..dapat minuman..xixixi) dan seperti yang sudah gw duga, pasti RD membagi2xkan door prize sebelum pemutaran film dimulai. Kita sih semangat2x aja ikutan quiz karena isi pertanyaan berhubungan dengan RD bulan April. Hasil semangat ikutan quiz akhirnya diperoleh adek gw yang memenangkan salah satu pertanyaan...hehehe....(namanya juga quiz,..pasti semangat nunjuk dehh...)
Jam 11.30 tepat, film pun dimulai

Btw, gw gak sempat foto2x,...klo di-poto sih kyknya beberapa kali..tapi hasilnya mana ya?...Mmm..mungkin akan dimuat di RD ebrikutnya?...

Cut the crap...to the point ya...;)

Director: Thomas Gilou
Writers: Jean Cosmos, Thomas Gilou, Messaoud Hattaou
Cast: Gerard Depardieu (as Georges), Natalie Bale (as Gisele), Samy Seghir (as Messaoud/Michelle/Michou), Mmedy Keraouni (as Abdel)

Sinopsis:
Dengan setting tahun 60-an--saat Algeria sedang bergeliat untuk bebas dari jajahan Perancis, seorang ayah terpaksa memutuskan menitipkan kedua anak laki-lakinya ke rumah penitipan sementara (foster care) karena istrinya sakit dan dirinya yang tak mampu menjaga karena harus tugas penuh di pabrik. Messaoud dan Abdel, dua bersaudara keturunan Algeria-muslim ini dititipkan kepada 2 keluarga Perancis yang berbeda, Abdel di sebuah keluarga petani dan harus bekerja keras sedangkan Messaoud "diasuh" sementara oleh seorang perempuan bernama Gisele dan bersuamikan seorang bekas tentara yang pernah bertugas dibeberapa negara dan tidak menyukai bangsa Arab. Untuk menutupi identitas messaoud, Gisele mengganti nama Messaoud dengan Michelle (yang akhirnya dipanggil Michou) dan mewarnai rambut Messaoud menjadi pirang; untuk mencegah reaksi dan hal-hal yang tidak inginkan dari sang suami, Georges

My review:
Agak lega juga saat membaca teksnya karena hanya 1 bahasa..(hehe..asli deh, klo ada 2 teks bahasa di layar--mata ini akan selalu otomatis membaca kedua--njadi cepat lelah ;p)

Awal adegan dibuka dengan memperlihakan sosok bapak "arab" dengan 2 orang anaknya yang bergegas menuju panti asuhan. Kondisi yang terpaksa dan tidak memungkinkan membuat sang bapak harus rela menitipkan anak2xnya di keluarga lain untuk sementara waktu.

Sang adik yang manis akhirnya dititipkan kepada sebuah keluarga tanpa anak, yaitu pasangan Gisele dan Georges yang sangat tidak suka dengan orang arab, terutama dengan orang algeria.

Peran Gerard Depardieu (Georges) bisa dibilang amat kental dalam film ini, apalagi fokus hubungan antara Michou dengan Georges benar-benar ditonjolkan hampir di seluruh bagian film. Messaoud/Michou yang baru berumur 9 tahun benar-benar menampilkan sosok anak yang sopan, santun dan haus akan kasih sayang keluarga. Muka-nya yang manis langsung bikin kesemsem. Begitu juga Georges yang merasakan adanya "perbedaan" pada diri Michou apabila dibandingkan dengan anak-anak angkat yang pernah diasuhnya. Georges belom sadar akan status Michou yang merupakan anak turunan Arab Muslim-Algeria yang notabene amat dimusuhi di daerahnya saat itu.

Walopun Gisele amat rapi menyimpan identitas Michou (dari mengganti namanya, Messaoud El Matten menjadi Michelle d' Auber sampai men-cat rambut hitam Michou maenjadi pirang) akhirnya Gergeous mengetahui juga. Tetapi karena rasa sayang dan cinta yang sudah terlanjur (istilah memes terlanjur sayang) kepada Michou--Georges tidak menghiraukan latar belakang tersebut; bahkan membela Michou mati2xan saat teman2xnya "mengerjai" Michou dan tetap memberikan tempat dan perlindungan bagi Michou.

Adegan lucu sempat diselipkan ditengah2x drama yang terjadi, salah satunya seperti saat Georges memberikan tutor mendikte
ala militer kepada Michou (plus cara2x salute dan penghormatan kepada Jenderal deGaulle).
Score music-nya juga pas banget...sesuai dengan tiap-iap adegan yang disajikan

Gilou dengan indah memperlihatkan hubungan yang terjadi antara sang orang tua angkat yang memiliki masalah rumahtangga dengan sang anak angkat yang memiliki latar belakang yang berbeda mampu saling membangun rasa cinta dan kepercayaan, Gilou juga secara lugas memperlihatkan betapa sederhana hubungan yang terjalin tanpa melihat perbedaan ideologi, agama, dan kebangsaan; dapat membuat dunia menjadi lebih indah...

Friday, April 18, 2008

Review: The Diving-bell & The Butterfly


Gw memang berencana untuk menonton film ini karena melihat sinopsis ceritaya yang bagus, dan gw sangat beruntung karena mas Cipto ngundang gw lagi untuk ikutan nonton bareng Mu-phi di Blitz kemaren (Thx alott….) dan so pasti sesuai janji gw, bakal nulis review 2000 karakter…hahaha sanggup koq..asal tahan sama cerita gw yang ngalor ngidul

Karya : Julian Schnabel (2007)
Pemain : Mathieu Amalric, Emmanuelle Seigner, Anne Consigny,
Marina Hands, Emma de Caunes, Jean-Pierre Cassel.
Awards: 27 prix internationaux (dont Golden Globe du Meilleur Film Etranger et César du Meilleur Acteur), 27 nominations dont 4 aux Oscars
Filmography Julian Schnabel :
Basquiat (1996) Before Night Falls (2000) The Diving Bell and the Butterfly (2007)

Sinopsis Film:

Pada tanggal 8 Desember 1995, Jean-Dominique Bauby atau yang akrab dipanggil Jean-Do terserang stroke mendadak yang membuatnya koma. Padahal Jean-Do termasuk orang yang sangat sehat, berukuran tubuh sedang dan jarang sakit-membuat para dokter cukup bingung dengan keadaannya. Ketika ia sudah sadar, semua fungsi tubuhnya rusak, dari kepala hingga ujung kaki.Jean-Do terserang penyakit yang dikenal di dunia medis sebagai “locked-in syndrome”, ia tidak lagi dapat bergerak, berbicara, bahkan bernapas tanpa bantuan medis. Satu-satunya bagian yang masih berfungsi dari tubuh lumpuhnya hanyalah mata kirinya. Mata ini menjadi penghubungnya dengan dunia, dengan orang lain, dan dengan kehidupannya.

SPOILER ALERT!!!

My Review:

Awal film dibuka dengan lagu ”Beyond the sea” dalam versi bahasa perancis (ehmm..CMIIW, bener kan ya judule Beyond the sea?..gw ama temen gw, Silvi sempet berantem soal judul lagunya karena mnurutnya judulnya Sailing,..heheh) dan agak manyun juga melihat text-ya double yaitu bhs indo dan bhs inggris, karena otomatis mata gw akan membaca kedua bahasa tersebut ;p

Adegan dibuka “agak ajaib” yaitu pemandangan buram dan kadang tertutup—dan langsung kita sadari—itu merupakan sudut pandang si pasien—yang masih dalam keadaan setengah sadar dan linglung. Sempat agak lelah juga karena adegan ini cukup lama tapi ternyata sang sutradara pintar dengan memadukan antara pandangan mata si pasien alias Jean-Do dengan pandangan mata biasa.

Film “mengalir” dengan indah--memperlihatkan bagaimana keadaan Jean-Do dalam usahanya menerima kenyataan bahwa dia bukanlah lelaki normal lagi, yang sukses sebagai editor terkenal majalah Elle, yang memiliki 3 anak manis dan pacar yang cantik. Wlopun kondisi seperti “zombie” tetapi Jean-Do tetap mensyukuri dirinya masih bisa mengingat memori dan berimajinasi (entah itu imajinasi untuk sembuh, imajinasi tenggelam di lautan dengan menggunakan pakaian selam kuno—sampai imajinasi “liar” bercinta dengan sang pacar di tepi pantai) membuat kita sempat tertawa tetapi tetap dalam perasaan haru.

Adegan diakhiri dengan kilas balik saat Jean-Do masih sehat wal’afiat dan hendak bersenang2x dengan anaknya dan mendadak serangan stroke pun mulai menyerang

Oh..gosh..ini film Two thumbs up!!!..Gw sempat berkaca-kaca melihat penderitaan Jean-Do dan bagaimana dia dengan gigihnya membuat buku memoir (yg tentunya dipersembahkan untuk anak-anak tercinta) hanya dengan kedipan mata dan bantuaan translater.

Ada 3 bagian yang w inget dari film itu

- Locked-in Syndrome --- saat dokter memberitahu keadaan buruk Jean-Do

- A batalyon of cripples --- tempat rumah sakit Jean-Do dirawat yang penuh dengan orang-orang lumpuh

- My imagination my memories --- bagian berharga dari Jean-Do yang masih berfungsi sangat normal

So, in my opinion,..film ini 5 of 5..two thumbs up..(jadi kepengen nyari butleg-nya nih..hehehhe)

Ada momen lucu saat nonton bareng ini. Film berakhir menampilkan title score dan untuk beberapa menit-penonton masuh diam terpaku di kursi masing-masing. Mungkin masih terpana (seperti gw) karena memang masih menginginkan sesuatu muncul dari layar film...

Well,..tapi ya sudah selesai dan gw sangat—sangat berkesan dengan film ini..(secara personal, film ini ”menyindir” gw karena Jean-Do yang lumpuh masih mampu menghasilkan sebuah buku—sedangkan gw yang harus membuat motivation letter sebanyak 2 lembar membutuhkan waktu yang lama...;p)

Monday, April 7, 2008

Blogger day & Charger


Akhirnya,..jadi juga kita ke acara Blogger Day yang diadain sama British Council di tempat yang "ini masih Indonesia" alias di Ritz Carlton. Saat menuju RC, gw en adek gw jalan santai di trotoar kawasan SCBD yang penuh dengan bebungaan (Thanks God--gak terik..mayan bok, bawa2x notebook di pungung). Sambil jalan-menikmati pemandangan yang penuh dengan "hutan beton", si adek sempet2xnya komplein masalah trotoar dan gedung perkantoran yang "kurang bersahabat" dengan pejalan kaki. Gw cuma nyahutin aja, "ini untuk kawasan orang-orang bermobil, jeng..tapi mendingan lah--daripada di trotoar Sudirman yang lebih kecil.."
Setelah melewati lobby (yang dengan penjagaan ketat--seperti di airport...ckckck--makin lama orang makin paranoia ya..) gw dan adek langsung menuju lantai 4, tempat acara diselenggarakan. Sempat celinguk kesana kemari dan bertanya sana-sini, nyampai juga di venue sekitar jam 12 kurang.
Di dalam ballroom, acara celingak-celinguk berkelanjutan karena banyak banget meja regisrasi dan notebook berjejer untuk pendaftaran online. Untunglah panitia-nya (yang masih muda2x, bok) cepat tanggap melihat muka kebingungan kita dan memberi guide ke tempat meja registrasi Blogger day yang ada di sudut ruangan. Well, setelah mendaftar ulang--kita diberi info log in masuk ke network BC untuk acara live blogging dan makan siang jam 12.30. Sambil menunggu tempat makan yang masih terjaga dengan sempurna, gw en adek gw iseng2x daftar ke acara umum Bristis Council-nya--dengan registrasi langsung di notebook yang disediakan panitia..Eee mayan, gw bisa ngecek email juga..heheheh dasar--gak bisa liat notebook dengan free internet nganggur nih kayaknya ;p

Sekitar jam 12.30 an--gw dan ade gw langsung menuju ruang makan yang udah disiapn buat panitia & peserta blogger day...hiya lahhh..dah laper berattt,..
Saat menikmati dessert-nya yang mayan enak2x (setelah puas sama salad & main course), gw dan adek kenalan dengan salah satu blogger yang biasa dipanggil Ade--yang ternyata ee ternyata, anak Pekanbaru juga. Ohlala....dunia ini kecil, ya jeng.. Karena Ade ingin mendaftar ke acara regular BC, gw dan adek masuk duluan ke arena Blogger day dan duduk dengan manisnya...

Acara pertama, tentang Microsoft live writer & Popfly,..wah asik juga..wlopun gw gak bgitu konsen karena harus mencoba beberapa kali connect ke server setempat. Setelah itu berlanjut ke acara sharing dari para blogger2x top seperti mbak miun, raditya, pak Wicak-ndoro kakung & bang enda nasution. sahring-nya asik juga wlo gw sempat gondok karena laptop-nya lo-bet..Oh no...mana charger gak dibawa lagi...Hiyaaaa..pupus deh harapan ikut live competition-nya...
Karena udah gak bisa ikutan--sekitar jam 3.30-gw dan adek gw keluar dari arena blogger dan melihat pameran sekolah-sekolah Inggris yang ada sembari melihat-lihat peluang sekolah bagus..Who knows, bisa dapet Chevening award & terbang ke UK?..heheh Gw pasti langsung sujud syukur & syukuran 2 hari 2 malem deh tuh klo bener kejadian...Semangat, man..semangat buat beasiswa....
Gw hanya berharap--moga moga acara seperti ini sering diadain--selan menambah ilmu, tentu juga temen baru..dan pengalaman baru--SELALU BAWA CHARGER wlo baterei fully charged!!!