Tuesday, April 1, 2008

Susahnya motret



Topik Newsletter yang kali ini kantor gw akan bahas cukup menarik. Mengenai Persaingan pasar tradisional di era persaingan global, mengingat makin banyaknya supermarket baik yg kecil sampai kelas "kakap" muncul di kota-kota besar di Indonesia. Tugas gw, selain mendesain, lay out..seperi biasa merangkap menjadi fotografer. Yang terakhir ini yang cukup sulit,..karena harus memotret suasana di dalam supermarket..yang seperti kita2x tau, ada larangan untuk membawa kamera ke dalam...waduuu..wlo kamera digital gw cukup kecil, tipis tapi gak menjamin keamanan dan kenyamanan dalam memotret. Sewaktu di carrefour, sambil deg-degan gw memotret area kasirnya, dengan maksud memotret aktivitas jual beli yang ada disana. Duhhh...serba salah karena klo gak pake blitz hasilnya akan burem, sedangkan pake blitz resiko ketauan. Akhirnya nekad beberapa kali jepret...walhasil...dua satpam mondarmandir di dekat gw...hihihi..sedangkan gw pura2x bego aja sambil menyembunyikan dijikem gw ;p... Tetep hasilnya gak puas karena gw ngambil gak focus (maklum aje,...suasana rame, ngumpet2x lagi kayak mo nyolong..). Akhirnya gw minta tolong salah satu temen gw yg punya fasilitas kamera di hp-nya untuk memotret dari dalam.. Alhamdulillah,..cukup bagus dan..jadi mikir, ...boleh juga ya punya hp dengan kamera bagus..(tuing..tuing..setan belanja bisa nongol lagi nih...) Untuk motret beberapa supermarket di luar dengan background gedung2x malah asik banget..karena gw dengan bebas menjempret kesana kemari,..pas jam kantor lagi...berasa jadi fotografer tulen deh,..hehehe Satu hal yang membuat gw makin sadar, betapa makin konsumtifnya manusia sekarang, supermarket menjamur dimana-mana,..besaing dengan pedagang kaki lima.... btw,..yg tertarik mo baca hasil penelitian kantor gw ttg pedagang kecil vs. supermarket, bisa contact gw...

Mencari Sebuah Masjid


Mencari Sebuah Masjid
Taufiq Ismail

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang, berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan
menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang lepas-lepas
disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu bershalatlah dimana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan ke susunan syaraf
pusat manusia dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul persaudaraan sejati
dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang di sebuah masjid yang sama.
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya.
Dimanakah dia gerangan letaknya?

Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan
dan akupun melayangkan pandangan mencari masjid itu kekiri dan kekanan
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan, dia berkata

Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan,
dia menunjuk tanah ladang itu
dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik tikar pandan
kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir teraturan
tanpa kata dia berwudhu duluan

Akupun dibawah air itu menampungkan tangan
ketika kuusap mukaku kali ketiga secara perlahan hangat air yang terasa, bukan dingin.
Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.

(festival istiqlal)

Not my luck

I got this reply message on my email this morning...

==================================================
Dear Novita,
Thank you for your recent interest in International Resources Group (IRG). We appreciate your submission. We have circulated your materials to relevant staff involved in project development and the selection of Public Information Advisor. Unfortunately, we are going to interview another cadidate.

Thank you for your interest. We wish you well in your future endeavors.

Sincerely,
Amanda O'Neil

===========================================

I just sent my application yesterday but they've already said no--and somehow, it makes me (a little bit) sad. Well,..I guess it's just not my luck...
Maybe you wonder, why am I applying for another job while I have a great job right now. Honestly, I'm preparing myself for finding another job, because of the situation in my office. In 2010, my office will no longer having cooperation with AusAid and the management tell us to be prepared (find another job).
I feel comfort working in NGO's environment--it's hard for me to "back" on private sector. Although most of my experience in private sectors, but I'm convince I will get a ne w job in non-private sector
If you have any information about job opportunity in NGO or UN, please don't hesitate to contact me
Take care...

Blogger Day

Knowing from multiply.com (discussion forum) about Blogger Day which will be held by British Council on April 6th 2008, I was very excited and sent emails in a hurry for free registration and pray--hopefully will get the invitation.
Yeeyy..I got the invitation and realized, I don't have any blogspot. Well, I have a web (www.bonjovee.multiply.com) but is that ok for me to join the blogger competition?
So, I decided to make one blogspot although I've already have a web of my own.

I can wait, to be there, to take any knowledge on how to write a very nice journal...
BD,..here I come!!!

The event will be place in Ritz Carlton on April 6th 2008...
C u there...

Monday, March 31, 2008


When I saw this tough-young guy in Discovery channel-suddenly I amazed,..wooooawww.. how tough he was. With minimum equiptment & tools, he survived in a jungle and gave some interesting tips of how to stay alive. One of the episode "Costa Rica Rain Forest"-Bear was jumped--brought mineral water, knife and ropes--in the middle of tropical rain forest. He could survive for several days and I knew, I got valuable knowledge but I doubt I can practice it, except if Bear accompany me--I believe I will able to practice it..;)






here's about bear
======================================================
Edward Michael "Bear" Grylls (born 7 June 1974), known as Bear Grylls, is a British mountaineer, adventurer, author, television presenter, and motivational speaker.

Grylls, a former member of the Special Air Service (SAS), made his name in 1998 by becoming, at the age of 23, the youngest Briton to climb Mount Everest and return alive.

Grylls passed UK Special Forces Selection, serving as a Sabre soldier, trained in unarmed combat, desert and winter warfare, combat survival, medics, parachuting, signals, evasive driving, climbing and explosives.

He served for 3 years in 21 SAS, one of two Territorial Army regiments in the Special Air Service referred to as the "SAS(R)". 21 SAS specializes in Close Target Reconnaissance and attack(CTR). During his time with 21 SAS Grylls served actively in North Africa twice. His military career ended abruptly, however, in 1996, when a routine parachute exercise in southern Africa went wrong[citation needed]. His canopy ripped severely and caused him to spiral towards earth from 16,000ft at twice the normal speed, leaving him with three broken vertebrae and left him struggling to feel his legs.[1] Grylls spent the next 12 months in rehabilitation and, with his military career over, directed his efforts into trying to get well enough to fulfill his childhood dream of climbing Everest.

Grylls no longer serves in the British Special Forces but he was awarded the honorary rank of Lieutenant Commander in the UK's Royal Naval Reserve.

He hosts the television programme Man vs. Wild (on Channel 4 in the UK and on the worldwide Discovery Channel) and is currently filming new HD episodes of Man vs. Wild.

Grylls hosted an 8-part documentary series known in the U.S. on Discovery Channel as Man vs. Wild, and titled Born Survivor: Bear Grylls for Channel 4 and Discovery Channel in Europe, Asia & Africa. The series features Grylls being dropped into some of the most inhospitable places on earth and showing viewers how to survive. Season 2 premiered in the US on June 15th, 2007. His brand of TV includes sheer cliff climbs, wading massive rapids, and even wrapping his boxers around his head to help stave off the desert heat. Bear has eaten live snakes, rubbed ice on his body to warm up after jumping into an icy lake, squeezed elephant dung into his mouth for water, ripped raw chunks of meat off a dead zebra with his teeth, drank his own urine, and spent hours constructing a bamboo bridge in attempt to cross a river. Intermittently, Bear also regales the viewer with tales of other adventurers stranded in the wilderness. These stories inevitably end in one of two ways: someone gets "lucky" and survives or someone struggles to remain alive for weeks on end but eventually dies. The Discovery Channel and Channel 4 are reviewing the Man vs. Wild program following allegations that viewers were given the impression he was really stranded alone in the wild.

http://www.beargrylls.com/
http://beargrylls.blogspot.com/


Kemaren sore (01/08/07) saat asik makan di salah satu resto di mal ambassador, tanpa sadar arah pembicaraan soal betapa orang daerah (notabene diluar Jakarta) akan sangat jadi norak saat tiba di Jakarta. Huahaha..aku langsung ketawa, karena aku sebenarnya juga anak rantau, anak daerah yang datang ke Jakarta 12 tahun yang lalu. Sampai saat inipun aku dengan bangga masih mengaku sebagai anak daerah, anak kampung,..walo gak akan aku sangkal klo sifat-sifat orang metropolitan sudah mulai menggerogoti jiwa daerahku..
Karena ngobrol-ngobrol soal daerah,.aku jadi ingat KAMPOENG HALAMAN-ku...(padahal aku asli sumatera barat, tapi entah knapa, merasa kalau Pekanbaru itu kampung halaman,..karena aku lahir dan besar disana kali yaaa).
Terbersit juga rasa menyesal karena gak ikut reuni akbar Cendana (sekolahku) yang akan diadakan tgl 16 Agustus besok...
What so special about Rumbai?..Whoaa..sangat spesial karena aku sangat terkenang dengan memori disana,..benar2x masa kecil bahagia.
Gimana gak bahagia, semua fasilitas disana gratis.. dari kolam renang, bowling, lapangan baseball, golf, tennis, gedung bioskop..dll, etc, etc...
Hal yang paling terkenang (gak akan gw sebutin satu persatu karena akan sangat puanjaanggg) yaaa beberapa hal ini:

1. Watercooler
Alat minum pendingin ini ada di beberapa tempat, tapi paling banyak disekolah (SD-SMP-SMA), aslinya sih air mentah tetapi diberi pendingin sehingga cukup sehat untuk langsung diminum (dijamin sehat? iya lah..wong aku sehat2x aja koq dr dulu ampe tamat sekolah..heheh). Saat aku sampai di jakarta, aku bengong melihat orang membeli air aqua, sedangkan didaerahku-air minum GRATISSSS dan dingin pulak...mmmm

2. Theater
Kita nyebutnya Movie (pdhal movie kan filmnya yak, bukan tempatnya..hihihi), suatu gedung dengan kapasitas sekitar 200org yang biasa memutar film2x setiap harinya dan kadang digunakan untuk pertunjukan seni. Film yang diputar dari jam 4 sore sampai jam 9 malam, tiap hatri beda2x film yang diputar (untuk film yg baru, bisa 3 hari berturut-turut diputar, bahkan sampai seminggu)

3. RCC (Rumbai Country Club)
Gambarnya paling atas. Di club ini, tersedia Kolam renang (buat anak2x dan dewasa), taman buat duduk2x, ruang meeting, lounge&bar serta messhall. Club, tempat favorite aku dan beberapa teman untuk saling ketemu, ngobrol2x sambil makan burger ato sandwich yg yummy banget (juga tersedia kentang goreng, minuman soda dan es krim...dengan harga yg murah meriah).

3. Library
Heheh..bukan mo gaya sok english, tp rata2x kita nyebutnya ya itu, bukan perpus ato pustaka tp Library. Salah satu tempat aku suka tongkrongin sepulang sekolah sambil nunggu jemputan. Tepatnya besar, disediakan tempat untuk baca sambil tiduran (malah sempat tidur beneran..heheh)

4. Lapangan Softball, Tennis & Golf
Selain suka nongkrong di club yang bisa dibilang indoor, kadang aku dan temen2x juga suka maen di beberapa tempat, seperti lapangan softball, ato asik ngider2x di lapangan golf (sesekali nemuin bola golf) ato maen tennis pas malem2x...lah ini dia favoorit kite...maen tenis jam 10 malam..ape capek..pekk ;p

5. Bus Shopping & Taxi
Untuk keluar dari komplek perumahan, perusahaan menyediakan bus Shopping yang cukup aman setiap 1 jam-nya, kelilingi perumahan dan terus ke kota (pekanbaru). Untuk sekedar keliling2x antar komplek dan blok2x, disediain armada Taxi (dengan membayar tiket khusus seharga Rp200...terakhir sih Rp1.000) dan lucunya dalam satu taxi bisa berbeda2x orang...jadi yaaa..gak heran deh klo jadi saling kenal gitu..heheh. Taxi tentu aja mengantarkan ke tempat terdekat dulu sambil nyamperin orang lagi klo sudah kosong..(klo gak ngerti..mm..anggap aja kayak jemputan pribadi,..gitu deh..heheh)

6. Kabel
Istilah pendek untuk tivi kabel. Ada beberapa channel yang bisa ditonton, bahkan saat aku es-de, acara favorit apalagi klo bukan kartun dan MTV....(heheh...disaat blum ada tiivi swasta nasional, kita udah menikmati saluran2x tivi dari berbagai negara)...Jadi?..Masih menyebut kampung?..heheh
7. Hospital
Rumah sakit di komplek ini cukup lengkap, bahkan dulu juga sempat jadi favoorit di pekanbaru karena dokter2xnya cukup kompeten. Tapi..tetep aja aku paling gak suka ke dokter gigi,..karena kalo nyabut gigi suka sadis...huh..gak nyaman pokoknya. Jaman dulu kecil, setiap mo disuntik, sama perawatnya suka diberi maenan suntik2xan...buat pengalih saklit..walo tetap aja akan teriak saat disuntik..hehehe

Sebenarnya masih banyak lagi..fasilitas-fasilitas yang cukup modern untuk ukuran orang kampung (istilah org kota klo nyebut org daerah). Setiap ada teman yang bertanya dan minta cerita, aku akan senang hati berbagi kenangan yang ada, sehingga teman2xku di sini mengatakan," elu sih bukan orang kampung, nov...fasilitas udah canggih gitu..."

...aku jadi makin kangen dengan rumbai...