Monday, October 27, 2008

EN LA CIUDAD SIN LÍMITES


EN LA CIUDAD SIN LÍMITES (THE CITY WITHOUT LIMITS)

Spain  2002  Drama  125 Min  Spanish and French  English subtitles
Director: Antonio Hernández

Cast: Leonardo Sbaraglia, Fernando Fernán Gómez, Geraldine Chaplin, Ana Fernández

A young man, Victor, arrives in Paris, where all his family is gathered around the father, Max, who is sick in hospital, but behaves in a strange way, obsessed that he has to escape from the hospital, and scared of those who take care of him. Most of the family believes he has gone crazy and are only interested about the inheritance, but Victor wants to have answers to his father’s behaviour and starts to uncover the past.
=======================================================
Seorang anak muda, Victor, tiba di Paris di mana seluruh anggota keluarganya berkumpul menunggu sang ayah, Max, yang sakit di rumah sakit. Max berlaku aneh. Dia terobsesi untuk kabur dari rumah sakit dan selalu ketakutan dengan orang-orang yang merawatnya. Sebagian besar keluarganya percaya bahwa Max gila. Mereka memang hanya tertarik dengan warisan Max, tetapi Victor ingin menemukan jawaban atas tingkah aneh ayahnya dan ia mulai membuka sebuah rahasia masa lalu.

My Review:
Film yang mendapatkan penghargaan Best Screenplay & Best Supporting Actress di Goya Award 2003 ini pada mulanya berjalan pelan dan agak santai dan sedikit misteri. Pertemuan Victor dengan keluarganya di Paris bukan hanya sekedar reuni keluarga biasa tetapi juga usaha untuk menyemangati Maxsang ayah yang sedang sakit parah.
Seperti hal-nya film-film spanyol yang agak berbau "telenovela", film ini pun demikian, mencoba mengungkap hubungan keluarga dan 3 saudara yang pada dasarnya tidak mempunyai hubungan yang dekat, Keluarga ini bisa dikatakan tipikal keluarga kaya yang hancur-hancuran, berebut harta warisan--padahal sang pewaris masih hidup, perselingkuhan (bahkan dengan kakak ipar sendiri) dan keegoisan masing-masing individu.
Max yang sakit--menolak untuk dirawat di rumah sakit dan meminta pertolongan pada putra bungsunya, Victor untuk menolong dirinya keluar dari RS dan mencari pria bernama Rancel.Victor yang masih ragu mulai bertanya kepada sang ibu--siapakah Rancel.Ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dan mulai menyelidiki sendiri. Keterbatasan Victor berbahasa Perancis-mau tidak mau-membuat dirinya bergantung kepada bantuan sang kakak ipar, Pilar dan kedekatan tersebut membuat affair pun terjadi antara Victor dan Pilar--walaupun akhirnya Victor harus melepaskan Pilar demi keutuhan keluarganya.
Pencarian Victor pun tak sia-sia, ia bertemu dengan Rancel--pria misterius yang selalu dicari sang ayah.Masa lalupun akhirnya terbongkar--dan sungguh Victor terkejut saat mengetahui pengakuan Rancel yang ternyata kekasih Max saat masih tergabung di partai komunis dan telah dijebak oleh Marie-sang ibu sehingga mereka terpisah oleh jarak dan waktu.

Pada awal, mungkin kita akan mengira ini merupakan film drama misteri thriller karena ada scene awal yang 'menyesatkan'..tetapi pada akhirnya ini hanyalah film drama misteri yang memasukkan konflik-konflik keluarga dan akhir yang cukup menyedihkan.
Pemandangan yang disajikan cukup menyenangkan, tetapi score musik jangan ditanya karena ada beberapa yang terdengar 'ajaib" ditelinga.

Film ini memuat isu yang cukup kuat dan momen dramatik tapi jangan terjebak. Ini bukan film tentang prasangka dan pendapat orang terhadap isu-isu ternetu--tetapi hanyalah menggambarkan bagaimana orang berpikir dan mengambil keputusan yang dapat berakibat fatal di hari depan...

Europe on Screen-Alice


ALICE
Portugal  2005  Drama  102 Min  Portuguese  English subtitles
Director: Marco Martins

Cast: Nuno Lopes, Beatriz Batarda, Miguel Guilherme

193 days have passed since Alice was seen for the last time. Every day Mário, her father, leaves home to repeat exactly the same steps he took on the day Alice disappeared. Obsessed with tracking her down he installs several video cameras to record the movement on the streets. In the middle of all those faces, of that anonymous crowd, Mário seeks a clue, a trace, a sign…
The shattering grief caused by Alice's absence turned Mário and his wife, Luísa, into different persons but this wilful and tragic quest is perhaps the only way he has to believe that one day Alice will reappear.
==========================================================
193 hari telah berlalu setelah Alice terakhir kali terlihat. Setiap hari, Mário, ayah Alice, keluar dari rumah untuk mengulangi perjalanan yang sama seperti yang ia lakukan di hari Alice menghilang. Terobsesi untuk melacak kepergiannya, ia memasang beberapa kamera video untuk merekam jejak gerakan di jalan-jalan. Di tengah seluruh wajah yang terekam, di antara massa yang tak dikenal, Mário melihat sebuah pertanda, isyarat, jejak...

My Review:
Film yang berdurasi cukup panjang ini untuk beberapa orang termasuk lumayan melelahkan, termasuk gw --- karena benar-benar memancing emosi penonton untuk merasakan kepedihan Mario dan Luisa atas kehilangan putri mereka, Alice.
Pada awal film diperlihatkan usaha dan daya upaya Mario untuk menyebarkan pamflet "Missing Child" ke tempat-tempat umum di keramaian kota; dinginya udara dan ketekunan Mario mengganti kaset-kaset kamera video berjumlah 11 kamera yang dipasang di beberapa tempat.

Ditengah-tengah film--mendadak flashback--ke waktu hilangnya Alice (kalau tidak konsen, bakal bingung akan konsep flashback ini) ; kepanikan Luisa dan kebingunan Mario di kantor polisi. Mario yang kebingungan akhirnya mendapat ide untuk mencari jejak sang anak--saat melihat kamera video disebuah toko elektronik. Ia percaya, Alice (dengan jaket biru-nya) suatu hari akan "tertangkap" oleh kamera video-nya.
Setiap usaha yang dilakukan Mario selalu dilakukan rutin setiap hari, mendatangi sekolah Alice, ke stasiun kereta, mengganti kaset kamera video, membagikan pamflet hingga menonton hasil rekaman video tiap malamnya.
Akhirnya suatu hari Mario menemukan titik terang dan mulai mengikuti seorang anak kecil berjaket biru yang berjalan dengan seorang wanita.
Betapa menyedihkan saat Mario hanya terduduk terpana karena ternyata sang anak kecil bukanlah putrinya Alice dan dia mulai merasakan titik jenuh yang teramat menyesakkan hingga Mario-pun memutuskan pencariannya dan menyerah pada keadaan yang ada...
Gw sempat bergumam, "Jangan-jangan, disaat dia pasrah--anaknya justru muncul..." dan Yes! Tebakan gw ternyata bener. Seorang anak kecil berjaket abu-abu dengan rambut yang dipotong pendek--digandeng seorang wanita--hanya bisa menatap Mario dengan mata yang kebingungan. Ah damn, Mario! Where's your father's instinct? Mario yang pada saat itu memakai topi kupluk sempat terpaku sejenak...seperti ada sesuatu yang membuat dia memalingkan kepala--tapi akhirnya dia kembali berjalan...Hanya berharap, suatu hari Alice kembali kepadanya...

Film yang mendapat banyak penghargaan ini antara lain Jeunes Regards and Director's Fortnight Best Picture Award; Cannes Film Festival 2005--Best Director, Best Filmography and FIPRESCI prize; Mar del plata Film Festival 2006--Shooting tar Award; Berlin Film Festival 2006 merupakan film yang cukup menantang untuk ditonton, karena selain score musik yang sangat sedikit, dialog pun bisa dihitung dengan jari karena lebih fokus ke mimik dan gerakan2x sang aktor.
Inti dari film ini gw dapat--walaupun sampai pada titik jenuh--jangan sampai hilang harapan untuk tetap berusaha mencari dan kepasrahan kepada Tuhan akan membuahkan hasil yang indah...

Monday, October 13, 2008

Nonton gratis Diana Krall




Tanggal 5 Oktober kemaren, gw janjian sama Dian di Plangi--sekedar bersilahturahmi dan biasa, ngobrol ngalor ngidul.
Jalanan yang lancar (suasana lebaran gitu loh) membuat kita bersantai-santai hingga malam tiba. Gw sempet mengigatkan Dian yang sangat suka dengan Diana Krall bahwa dia konser sekarang..apalah daya, Dian gak bisa nonton karena harga tiketnya yang mahal.
Memang udah rejeki, gak lama setelah ngobrol tentag Diana Krall, temen Dian nelpon dan menawarkan tiket gratisan nonton Diana Krall. Dia gak bisa nonton karena sakit. OMG!!! Gw langsung terbelalak sedangkan Dian jumpalitan kesenangan gak terkira. Panjang umur banget, lagi ngobrolin tentang konsernya--tau2x dapat tawaran nonton konsernya.

Gw sih terus terang gak begitu nge-fans dengan Diana Krall, hanya 1-2 lagu yang kenal,...The Look & It's Wonderful. Lainnya gak bgitu ngeh, palagi Diana Krall suka membawakan lagu2x jazz yang super jadul-nya Nat King Cole. Tapi berhubung di rumah juga mo ngapain, gw akhirnya menemani Dian nonton konsernya,..gratis ini lah...

Jam 19.00 kita langsung menuju Ritz Carlton (Ball room), tempat konser diadakan dan gileee aje, antriannya puanjang...Mmm..untung aja gw pake baju "agak" sedikit rapi, jadi gak keder sama penonton lain yang gaya dandanannya yg super rapi....
Sayang banget, gw yg biasa bawa dijikem kemana-mana, hari itu lupa bawa dan gak bisa jepret deh. Hanya pake HP kamera yg minim dan itu pun hasilnya...heheh bisa dilihat deh

Pertunjukannya mulai jam 8.15 (agak tela 15 menit) tapi takjub juga karena harga tiket yang paling murah 500rb (paling mahal 1,5 juta kyknya) sepertinya habis terjual.
Permainan Diana Krall sangat apik, bagus walopun gw sempat terkantuk-kantuk karena ruangannya amatttt dingin dan kelaparam..(siyal)

Sekitar 21.25 pun konser selesai,..seperti biasa penonton minta lagu tambahan (tanpa ada teriakan we want more..hanya tepukan yang membahana ke seluruh ruangan tanpa henti) Diana dan rekan2xnya kembali tampil dengan 3 lagu dan benar-benar menyelesaikan konsernya skitar jam 21.50.

Well..untuk konser jazz tunggal, konser Diana Krall ini bisa dibilang sukses....

Wednesday, August 27, 2008



Walau buku ini telah lama terbit (2005), tapi gw baru tergerak untuk membelinya (dalam versi bahasa Inggris) pertengahan bulan ini. Antusisme dari beberapa teman nmilis yang memuji-muji novel ini membuat gw makin penasaran dengan detail ceritanya, walaupun ada beberapa yang merasa muak dan menanggap plot cerita amat bertele-tele.
Seri 1 buku ini, yaitu Twilight berhasil gw "lalap" hanya dalam waktu 3 hari, itupun tidak full seharian karena gw membaca buku dengan leluasa saat berangkat dan pulang kantor (sekitar 3-4 jam perjalanan bolak-balik). Jadi bisa dihitung barapa lama buku ini bisa dihabiskan jika punya waktu seharian, mungkin hanya setangah haripun bisa tuntas.

Kesan pertama dari buku ini,..gak jelek-jelek amat walopun gw mulai merasa boring di beberapa bagian dan bikin ngantuk. Aapalagi ada beberapa bagian sangat berasa "chessy" dan roman picisan banget..hehehe
terlanjur langsung beli 3 buku, ortomatis gw harus "melanjutkan perjuangan untuk membaca buku ini

It was a teenage story about a young girl named Bella met a young man; Edward who happened to be a vampire, they fallen in love and faced many obstacles in their relationships.

In my humble opinion, the story is quite good although some part of the book is long-winded that made me a little bored and sleepy ;p

I can't wait to see the movie in next November...just curious

So,..my next book to read is New moon,..second book of Twilight Saga

Berikut ini sinopsis-nya (yang gw ambil dari goodreads.com)
"Softly he brushed my cheek, then held my face between his marble hands. 'Be very still,' he whispered, as if I wasn't already frozen. Slowly, never moving his eyes from mine, he leaned toward me. Then abruptly, but very gently, he rested his cold cheek against the hollow at the base of my throat."

As Shakespeare knew, love burns high when thwarted by obstacles. In Twilight, an exquisite fantasy by Stephenie Meyer, readers discover a pair of lovers who are supremely star-crossed. Bella adores beautiful Edward, and he returns her love. But Edward is having a hard time controlling the blood lust she arouses in him, because--he's a vampire. At any moment, the intensity of their passion could drive him to kill her, and he agonizes over the danger. But Bella would rather be dead than part from Edward, so she risks her life to stay near him, and the novel burns with the erotic tension of their dangerous and necessarily chaste relationship.

Meyer has achieved quite a feat by making this scenario completely human and believable. She begins with a familiar YA premise (the new kid in school), and lulls us into thinking this will be just another realistic young adult novel. Bella has come to the small town of Forks on the gloomy Olympic Peninsula to be with her father. At school, she wonders about a group of five remarkably beautiful teens, who sit together in the cafeteria but never eat. As she grows to know, and then love, Edward, she learns their secret. They are all rescued vampires, part of a family headed by saintly Carlisle, who has inspired them to renounce human prey. For Edward's sake they welcome Bella, but when a roving group of tracker vampires fixates on her, the family is drawn into a desperate pursuit to protect the fragile human in their midst. The precision and delicacy of Meyer's writing lifts this wonderful novel beyond the limitations of the horror genre to a place among the best of YA fiction.

Wednesday, July 16, 2008

Wanted for Avoy


Sebenarnya untuk cerita termasuk yang biasa aja dan ditambahin efek disana-sini, film "Wanted" menjadi film yang seru dan menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi karena salah satu aktor yang gw demen saat ini, James McAvoy, maen jadi bintang utamanya

Pas baca berita di milis siang ini..wuahhh...makin seneng aja. Ini cuplikan beritanya:
==================================
Wanted 2 Already in the Works
Source: Variety
July 15, 2008


Variety says that Universal Pictures has reupped Wanted producer Marc Platt for five years, keeping Marc Platt Productions on the lot through late 2012.

The deal comes as Platt begins work on Wanted 2 with director Timur Bekmambetov and writers Michael Brandt and Derek Haas.

For Wanted 2, Platt acknowledged that the creative team is still working on the challenge of continuing the story after most of the principal characters ended the original in no position for an encore. But the film was designed as a potential franchise, Universal production president Donna Langley said. The intention is to get James McAvoy back.

"The writers are at work already, and those creative discussions are taking place," said Platt, who is producing once again with Jim Lemley.

That duo also is teamed with Bekmambetov on a Universal adaptation of the Christian Gossett sci-fi graphic novel The Red Star, which has a script draft by Matthew Sand.
============================================================

Cowok kelahiran Glasgow, UK-1 Januari 1979 satu ini memulai karirnya dari film-film drama-melankoli-romantik seperti Becoming Jane, Atonement, Penelope, Starter to 10 dan The Last King of Scotland dan salah satu favorite gw adalah Rory Was here-Inside I'm Dancing; cerita soal pemuda lumpuh yang menyemangati pemuda lumpuh lainnya untuk bisa hidup mandiri.

Gw liat akting cowok ini pertama kali di tivi Hallmark, dia main di salah satu karya Shakespeare yang disetting dengan jaman sekarang (ShakespeaRe-told)-berjudul Macbeth. Aktingnya yang ok membuat gw suka dengan dirinya apa adanya--walo dengan muka yang terbilang gak ganteng, tapi James punya pesona tersendiri.ceilee..seperti halnya sensasi yang gw rasakan pada Russel Crowe dan Tom Hanks

Makanya pas melihat trailer Wanted, agak kaget juga melihat gaya aksi-nya yang berbeda dari film-film sebelumnya, tapi...ternyata dia cukup cocok memainkan peran itu. Terbukti baru saja release Wanted, udah ada rencana pembuatan Wanted selanjutnya. Mungkin yang harus diperbaiki di film selanjutnya soal aksen Scottish-nya yang masih cukup kental di kuping..;)

Tuesday, June 24, 2008

Monday, May 12, 2008

RDI 5.30 Smart Kuliner



Tanggal 9 Mei kemaren dapat undangan dari Reader Digest untuk mengikuti talk show bulanannya di salah satu restoran dengan bahasan Smart Kuliner. Wahh..semangat dong mo ikutan, mana pas lagi dengan program gw saat ini (ehem..biasa..kontrol makanan en diet golongan darah). Pas jam 5, gw dah nyampe di Plaza Sentral, restoran Kembang Goela dan ternyata sudah ebberapa orang duduk dengan tenangnya di meja-meja yang sudah disiapkan. Well, suasananya lebih cozy dan nyaman dibandingkan acara RDI sebelumnya di beberapa cafe di Jakarta. Sekitar jam 5.30an acara pun dimulai dan bahasan pertama tentang tempat makanan yang enak-enak di seputar Jakarta. Mas Adi "Kopi"--salah satu moderator Jalan Sutra--sharing tentang selera makannya dan tentu saja sekalian promosi buku Jalan Sutra yaitu Buku Kuliner tTmpo Doeloe & Kuliner Aneka Bebek. Wuehh.langsung semangat dong beli yang Kuliner Tempo Doeloe pulus minta tanda tangan para penulisnya yang kebetulan sebagian besar datang. Setelah kuliner dan membayang makanan yang sedap-enak-menggiurkan, mulai ke topik yang sangat ditunggu, yaitu soal kolestrol--yang dipresentasikan oleh dokter muda dari Pfizer. Mmm..gw pengen nanya tetapi gak dapat kesempatan saking banyaknya peserta yang bersemangat bertanya dan curhatd dengan sang dokter. Ada beberapa seputar fakta kolestrol yang amat menarik yaitu:
  1. Mitos: Cukup dengan menghindari daging, santan, jeroan, dan keju dalam makanan, maka kadar kolestrol pasti normal. Fakta: Belum tentu. Karena 80% dari kolesterol darah dihasilkan secara "endogen" (makanan hanya "menyumbang" 20%) . Bila metabolisme tubuh sudah memburuk, maka dibutuhkan obat untuk mengendalikan kadar kolestrol secara terus-menerus (jangka panjang). Selain itu dibutuhkan pula modifikasi gaya hidup melalui diet dan olahraga.
  2. Mitos: Orang gemuk memiliki kadar kolesterol leibih tinggi dibandingkan orang kurus. Fakta: Belum tentu, karena kadar kolesterol dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk apa yang anda makan, seberapa cepat tubuh anda memproduksi dan membuang kolesterol LDL yang jahat, tingkat kesehatan dan kebiasaan makan.
  3. Mitos: Pada orang dengan kadar kolesterol tinggi jika berolahraga, diet dan dalam keadaan fit, berarti kadar kolestreol pasti baik. Fakta: Selain olahraga dan diet ada hal yang lain mempengaruhi kadar kolesterol seperti berat badan, merokok, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Agar kolesterol terkontrol, dibutuhkan pola hidup sehat (diet dan olahraga) serta kepatuhan minum obat.
Gw makin mantap untuk menerapkan pla diet golongan dara dan mulai untuk giat berolahraga, mengingat gw termasuk golongan yang beresiko terkena penyakit kolesterol dan jantung cadiovascular... Hiyaaaaa...semangat!!!!!!